Sabtu, 06 Desember 2014

Contoh Dialog Interaktif



“Kesehatan Kejiwaan”


Wahid  :
“Selamat pagi pemirsa, jumpa lagi bersama saya M. Abdul Wahid dalam acara Dr. X id.
Kali ini kita akan membahas tentang kesehatan kejiwaan atau psikologis. Gangguan Psikologis adalah gangguan dalam cara berpikir, kemauan, emosi, dan perilaku. Dari berbagai penelitian dapat dikatakan bahwa Gangguan Psikologis adalah
kumpulan dari keadaan-keadaan yang tidak normal, baik yang berhubungan dengan kelakuan fisik, maupun dengan mental. Langsung saja kita sambut Dr. Shafa Maudya..
(Dr. Shafa duduk)
Dokter, bagaimana menurut anda tentang gangguan psikologi yang ada di kalangan masyarakat? Dan apa saja macamnya?”
Dr. Shafa:
“Baik. Menurut saya yang Dr. Wahid katakan tadi sudah sangat tepat. Yaitu keadaan tidak normal yang berhubungan dengan sikap fisik dan mental.
Banyak sekali macam dari gangguan kejiwaan. Namun ada beberapa gangguan kejiwaan yang saya anggap aneh dan banyak terjadi di kalangan masyarakat Indonesia.
1.Onomatomania
Ini adalah obsesi mengulang kata-kata khusus karena kata-kata itu mengganggu pikiran penderita.
2.Climomania
Tidak ada masalah sebenernya mau tidur-tiduran lama, apalagi kalau sakit. Buat Clinomaniac (penderita climomania), keinginan untuk berada di kasur terlalu berlebihan dan bisa sampai seharian, terutama kalau cuaca dingin. Climomania berasal dari bahasa Yunani yang artinya obsesi tidur. Dengan kata lain, mania ini artinya cinta pada kasur, bantal dan selimut.
3.Demonomania
Ada banyak film dan buku horor yang sangat menyeramkan, melihat film seperti itu secara alami bisa membuat si penonton takut dengan beberapa orang. Dan biasanya di saat orang takut, mania mulai merasuk. Jika berurusan dengan setan (demon), bisa jadi orang itu menderita demonomania, kondisi psikis yang percaya dirinya diikuti setan. Dan saat seseorang berpikir dirinya digentayangi, dia mulai benar-benar percaya ada setan di dekatnya.
4.Trichotillomania
Trichotillomania, atau lebih dikenal dengan sebutan trich, adalah kelainan gerakan reflek dalam bentuk penyiksaan diri yang ditunjukkan berulang kali.”
Wahid  :
“wah, ternyata ada juga ya gangguan kejiwaan seperti itu. Saya tertarik dengan    Trichotillomania. Menyiksa diri yang anda katakan tadi itu maksudnya seperti apa?”
Dr. Shafa :
“Terkadang mereka berulang kali menarik rambut mereka hingga menyebabkan kebotakan, dan banyak sekali yang lain.”
Wahid  :
”oh, begitu rupanya. Pemirsa, sekarang ini banyak para pelajar yang hampir atau bahkan sudah mengalami gangguan psikologi. Oleh sebab itu saya mengundang dokter ahli psikologi, beri tepuk tangan untuk Dr. Ismi !
Dr. Ismi :
“Selamat pagi Dr. Wahid” Sambil menyalami lalu duduk.
Wahid  :
“Pagi Dr. Ismi. Langsung saja ya. Tadi saya mendengar bahwa Dr. Ismi mempunyai beberapa tips menghindari stres untuk pelajar”
Dr. Ismi :
“Benar sekali Dokter. Stres pada pelajar disebabkan oleh banyak hal meliputi;
gangguan dari kawan, ketidaksesuaian antara siswa dan guru, rasa khawatir tidak memiliki cukup banyak teman, rasa tidak setara dengan teman, tekanan teman sebaya, kurangnya waktu dengan keluarga, kegiatan ekstra kurikuler yang berlebihan, tidak cukup tidur, kurangnya persiapan, dan juga polusi suara berlebihan.
Untuk itu, siswa dapat mengelola stres dengan menggunakan berbagai teknik, seperti;
1. Belajar untuk mengatur waktu mereka dengan lebih bijak.
2. Siswa juga harus memiliki cara untuk melakukan pencatatan, mengingat pekerjaan rumah dan tugas-tugas penting lainnya.
3. Menciptakan lingkungan belajar yang nyaman juga merupakan cara untuk mengelola stres.
4. Menentukan gaya belajar yang paling tepat.
5. Menggunakan teknik relaksasi seperti menarik nafas yang dalam, pelemasan otot, meditasi dan yoga. Selain itu, sikap optimis akan membantu siswa menjadi lebih sehat, berkurang stresnya dan lebih sukses.
6. Terakhir, siswa harus merawat tubuh dan pikiran mereka dengan mendapatkan nutrisi yang tepat, melakukan beberapa bentuk latihan fisik dan cukup tidur.
Wahid  :
“Tips yang sangat menarik untuk di ikuti. Bagi pelajar yang merasa stres dapat mencoba tips-tips dari Dr. Ismi tadi. Ada satu lagi pakar psikologi yang akan memberi kita lebih banyak lagi wawasan, kita sambut Dr. Tiffany Ovilia  !”
Wahid :
“Selamat pagi Dr. Tiffany, apa kabar?”
Dr. Tiffany :
“Pagi dokter, alhamdulillah luar biasa” sambil menyalami lalu duduk.
Wahid  :
“Begini dokter, dari tadi kita disini membahas tentang stres atau gangguan kejiwaan. Bagaimana menurut anda tentang pembicaraan kami bertiga tadi?”
Dr. Tiffany :
“Saya setuju dengan semua pendapat tadi. Tapi sebenarnya stres dan gangguan psikologi itu bukanlah hal yang sama, dokter”
Wahid  :
“Kalau begitu tolong jelaskan tentang keduanya”
Dr. Tiffany : “Baik.
Saat melihat orang berperilaku aneh, biasanya orang tersebut dijuluki stres. Memang masih banyak orang yang salah kaprah mengenai gangguan yang satu ini. Sebenarnya stres hanyalah ungkapan awam yang merujuk pada gangguan jiwa. Stres merupakan tekanan yang membuat orang harus beradaptasi dalam menghadapinya untuk dapat bertahan hidup.
Bila bisa beradaptasi artinya seseorang bisa mengelola stres dengan baik, namun jika kesulitan maka akan memicu gangguan jiwa.
Wahid  :
“Dokter, apakah memang ada istilah tingkat gangguan jiwa?”
Dr. Tiffany :
“Ada. Gangguan jiwa dapat timbul dari skala ringan hingga berat. Gangguan jiwa ringan misalnya depresi yang tidak terlalu berat yang ditandai oleh gejala seperti murung, tidak bersemangat, atau panik. Sementara gangguan jiwa yang lebih berat misalnya depresi yang ditandai dengan menurunnya kemampuan berpikir, psikomotorik, dan terlalu cemas akan masa depan.
Dan Yang terberat adalah psikotik yang sudah tidak mampu membedakan imajinasi dan realitas.
Wahid  :
“Jadi stres merupakan awal dari gangguan psikologi ya, Dok. Lalu apakah gangguan psikologi dapat disembuhkan?”
Dr. Tiffany :
“Tentu saja bisa. Seberapapun beratnya gangguan jiwa, bila diterapi dengan tepat maka akan sembuh dan pasien gangguan jiwa dapat kembali normal. Terapinya sendiri terdiri dari dua macam jenis, yaitu dengan obat-obatan dan psikoterapi (konseling).
Wahid  :
“Pemirsa, sudah jelaskan apa itu gangguan psikologi. Jagalah kesehatan kejiwaan anda kapan saja. Karena kejiwaan akan sangat berpengaruh bagi kinerja anda dimana saja. sekian Dr. X id pagi ini. Terima kasih dan sampai jumpa”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar