Rabu, 22 Oktober 2014

Cerpen - Permata Putih Shiera

Contoh Cerpen Fiksi

          Ini merupakan salah satu cerpen buatanku. Aku ingin berbagi kepada siapapun yang membutuhkannya. Kalian bisa mendownloadnya di link di bawah ini.

Download

Atau langsung copy artikel ini. tapi tolong jaga ke oriannya ya..


Permata Putih Shiera

            Pada suatu hari yang cerah seorang putri Kerajaan Zharoline yang bernama Putri Shiera sedang bermain dengan Xeema, seekor rubah agung kerajaan. Mereka sering sekali bermain atau sekedar termenung di taman tengah istana kerajaan.

“Xeema, apakah kamu tahu kenapa aku sering melamun?” tanya Putri Shiera. Xeema menggeleng menjawab pertanyaan Putri Shiera.
“Akhir-akhir ini banyak sekali penyihir hitam yang menyerangku dengan tujuan ingin mengambil permata putih kerajaan yang sekarang kupakai sebagai kalung ini” (sambil memegang kalung permata putih). Xeema mengangguk.
“Aku tahu kamu pasti sudah sangat mengerti dengan keadaan ini” tambah Putri Shiera, Xeema kembali mengangguk.
“Ayolah sampaikan pendapatmu, kenapa dari tadi kamu hanya mengangguk-angguk saja?” tanya Putri Shiera.
“Bukankah tuan putri sendiri yang mengatakan bahwa saya tidak boleh sembarangan menunjukkan kemampuan saya berbicara di luar kerajaan?” jawab Xeema.
“Tapi kan sekarang kita masih berada di lingkungan kerajaan. Lagipula tidak ada seorangpun yang berada di taman ini selain kita berdua, jadi kamu bebas berbicara” ucap Putri Shiera.
“Baiklah Putri. Menurut saya para penyihir menginginkan kalung anda untuk memperoleh keabadian. Karena pada tanggal 28 Mei tahun ini, akan terjadi Blood Moon. Saat Blood Moon adalah satu-satunya waktu untuk melaksanakan ritual khusus para penyihir hitam, anda harus lebih berhati-hati” jelas Xeema.
“Jika memang benar yang kamu katakan tadi, berarti Blood Moon kurang 8 hari lagi.” kata Putri Shiera menyimpulkan.

            Beberapa hari kemudian terjadi keributan di Istana kerajaan. Puluhan penyihir menyerang Kerajaan Zharoline. Xeema yang mengetahui hal tersebut langsung mengajak Putri Shiera berlari ke hutan untuk menyelamatkan diri dan meminta bantuan ke Kerajaan Doma. Sedangkan ayahanda Putri Shiera, Raja Taro beserta para pengawal mencoba menghalang penyihir.
            “Masih jauhkah Kerajaan Doma itu?” tanya Putri Shiera.
            “Kita belum setengah perjalanan tuan putri.” jawab Xeema.
         “Kirim telepati kepada rusa agung Kerajaan Doma untuk mengirim apapun yang dapat kita tumpangi. Katakan bahwa itu perintahku” perintah Putri Shiera.
            “Baik tuan putri” ucap Xeema.
Tidak lama kemudian datanglah dua ekor unicorn dari kerajaan Doma. Putri Shiera dan Xeema segera naik ke atas unicorn tersebut. Beberapa menit kemudian, mereka telah sampai di Kerajaan Doma. Mereka langsung disambut oleh Raja dan Ratu Kerajaan Doma.
            “Suatu kehormatan bagi kami Putri Shiera dan rubah agung mau berkunjung ke Istana kami. Adakah yang bisa kami bantu? Nampaknya ada sedikit masalah di Kerajaan Zharoline” ucap Ratu.
         “Sebelumnya kami meminta maaf karena selalu merepotkan kerajaan ini, tapi ini sangat mendesak, karena Blood Moon tinggal 4 hari lagi penyihir hitam berdatangan untuk mengambil permata putih Kerajaan Zharoline yang ada pada kalung saya ini. Sedangkan permata putih milik leluhur kami ini sangat penting untuk menjaga Kerajaan Zharoline” ucap Putri Shiera.
        “Kami sangat berharap Kerajaan Doma bisa membantu. Karena hampir seluruh prajurit kerajaan kami telah di mantrai oleh para penyihir hitam, dari kemarin mereka masih tertidur pulas” tambah Xeema.
            “Tentu saja kami akan membantu” jawab Raja.
“Prajurit!! Prajurit! Cepat kesini!” panggil Ratu.

Pangeran Arka datang.
            “Maaf ayahanda, tetapi baru tadi pagi saya kerahkan seluruh pasukan untuk membantu Raja Meda dalam perang akbar” ucap Pangeran Arka.
            “Bagaimana bisa kamu tidak memberi tahuku terlebih dahulu?” tanya Raja.
          “Maafkan saya ayahanda. Secepat mungkin saya akan perintahkan mereka untuk kembali” ucap Pangeran Arka. “Bagaimana kalau Putri Shiera dan Xeema tinggal disini untuk beberapa hari, saya berjanji para prajurit akan sampai disini dalam 2 hari”
            “Baiklah kalau begitu” jawab Putri Shiera.

Setelah prajurit Kerajaan Doma kembali, mereka segera menuju ke Kerajaan Zharoline. Terlihat di berbagai sudut istana terdapat penyihir hitam yang berjaga.
“Tenang, kita serang langsung saja. Hanya sedikit penyihir yang ada disana karena yang lainnya pasti sedang mencari keberadaan Putri Shiera” ucap Pangeran Arka.

         Hanya dalam waktu singkat saja mereka sudah dapat mengalahkan para penyihir hitam. Dengan kalung permata putih miliknya, Putri Shiera menghilangkan segala sihir yang ada di Kerajaan Zharoline. Raja dan Ratu Kerajaan Zharoline menyampaikan terima kasih kepada Kerajaan Doma karena atas bantuan mereka akhirnya Kerajaan Zharoline kembali aman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar