Ini merupakan salah satu cerpen buatanku. Aku ingin berbagi kepada siapapun yang membutuhkannya. Kalian bisa mendownloadnya di link di bawah ini.
Download
Atau langsung copy artikel ini. tapi tolong jaga ke oriannya ya..
Permata Putih Shiera
Pada
suatu hari yang cerah seorang putri Kerajaan Zharoline yang bernama Putri
Shiera sedang bermain dengan Xeema, seekor rubah agung kerajaan. Mereka sering
sekali bermain atau sekedar termenung di taman tengah istana kerajaan.
“Xeema,
apakah kamu tahu kenapa aku sering melamun?” tanya Putri Shiera. Xeema
menggeleng menjawab pertanyaan Putri Shiera.
“Akhir-akhir
ini banyak sekali penyihir hitam yang menyerangku dengan tujuan ingin mengambil
permata putih kerajaan yang sekarang kupakai sebagai kalung ini” (sambil
memegang kalung permata putih). Xeema mengangguk.
“Aku
tahu kamu pasti sudah sangat mengerti dengan keadaan ini” tambah Putri Shiera,
Xeema kembali mengangguk.
“Ayolah
sampaikan pendapatmu, kenapa dari tadi kamu hanya mengangguk-angguk saja?” tanya
Putri Shiera.
“Bukankah
tuan putri sendiri yang mengatakan bahwa saya tidak boleh sembarangan
menunjukkan kemampuan saya berbicara di luar kerajaan?” jawab Xeema.
“Tapi
kan sekarang kita masih berada di lingkungan kerajaan. Lagipula tidak ada
seorangpun yang berada di taman ini selain kita berdua, jadi kamu bebas
berbicara” ucap Putri Shiera.
“Baiklah
Putri. Menurut saya para penyihir menginginkan kalung anda untuk memperoleh
keabadian. Karena pada tanggal 28 Mei tahun ini, akan terjadi Blood Moon. Saat Blood
Moon adalah satu-satunya waktu untuk melaksanakan ritual khusus para penyihir
hitam, anda harus lebih berhati-hati” jelas Xeema.
“Jika
memang benar yang kamu katakan tadi, berarti Blood Moon kurang 8 hari lagi.” kata
Putri Shiera menyimpulkan.
Beberapa hari kemudian terjadi
keributan di Istana kerajaan. Puluhan penyihir menyerang Kerajaan Zharoline.
Xeema yang mengetahui hal tersebut langsung mengajak Putri Shiera berlari ke
hutan untuk menyelamatkan diri dan meminta bantuan ke Kerajaan Doma. Sedangkan
ayahanda Putri Shiera, Raja Taro beserta para pengawal mencoba menghalang
penyihir.
“Masih jauhkah Kerajaan Doma itu?” tanya
Putri Shiera.
“Kita belum setengah perjalanan tuan
putri.” jawab Xeema.
“Kirim telepati kepada rusa agung Kerajaan
Doma untuk mengirim apapun yang dapat kita tumpangi. Katakan bahwa itu
perintahku” perintah Putri Shiera.
“Baik tuan putri” ucap Xeema.
Tidak lama
kemudian datanglah dua ekor unicorn dari kerajaan Doma. Putri Shiera dan Xeema
segera naik ke atas unicorn tersebut. Beberapa menit kemudian, mereka telah
sampai di Kerajaan Doma. Mereka langsung disambut oleh Raja dan Ratu Kerajaan
Doma.
“Suatu kehormatan bagi kami Putri
Shiera dan rubah agung mau berkunjung ke Istana kami. Adakah yang bisa kami bantu?
Nampaknya ada sedikit masalah di Kerajaan Zharoline” ucap Ratu.
“Sebelumnya kami meminta maaf karena
selalu merepotkan kerajaan ini, tapi ini sangat mendesak, karena Blood Moon
tinggal 4 hari lagi penyihir hitam berdatangan untuk mengambil permata putih Kerajaan
Zharoline yang ada pada kalung saya ini. Sedangkan permata putih milik leluhur
kami ini sangat penting untuk menjaga Kerajaan Zharoline” ucap Putri Shiera.
“Kami sangat berharap Kerajaan Doma
bisa membantu. Karena hampir seluruh prajurit kerajaan kami telah di mantrai
oleh para penyihir hitam, dari kemarin mereka masih tertidur pulas” tambah
Xeema.
“Tentu saja kami akan membantu” jawab
Raja.
“Prajurit!!
Prajurit! Cepat kesini!” panggil Ratu.
Pangeran Arka
datang.
“Maaf ayahanda, tetapi baru tadi
pagi saya kerahkan seluruh pasukan untuk membantu Raja Meda dalam perang akbar”
ucap Pangeran Arka.
“Bagaimana bisa kamu tidak memberi
tahuku terlebih dahulu?” tanya Raja.
“Maafkan saya ayahanda. Secepat
mungkin saya akan perintahkan mereka untuk kembali” ucap Pangeran Arka. “Bagaimana
kalau Putri Shiera dan Xeema tinggal disini untuk beberapa hari, saya berjanji
para prajurit akan sampai disini dalam 2 hari”
“Baiklah kalau begitu” jawab Putri
Shiera.
Setelah
prajurit Kerajaan Doma kembali, mereka segera menuju ke Kerajaan Zharoline.
Terlihat di berbagai sudut istana terdapat penyihir hitam yang berjaga.
“Tenang,
kita serang langsung saja. Hanya sedikit penyihir yang ada disana karena yang
lainnya pasti sedang mencari keberadaan Putri Shiera” ucap Pangeran Arka.
Hanya dalam waktu singkat saja
mereka sudah dapat mengalahkan para penyihir hitam. Dengan kalung permata putih
miliknya, Putri Shiera menghilangkan segala sihir yang ada di Kerajaan
Zharoline. Raja dan Ratu Kerajaan Zharoline menyampaikan terima kasih kepada Kerajaan
Doma karena atas bantuan mereka akhirnya Kerajaan Zharoline kembali aman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar