Selasa, 07 Oktober 2014

Cerpen

Kilauan Terakhir Sahabat


Cipt: Tiffany Ovilia D L
Gerimis seolah menggambarkan keadaan yang terjadi di pagi hari yang gelap itu. Chika dan April, dua orang sahabat karib bertengkar karena Riko, mantan kekasih April sedang dekat dengan Chika. Ini semua berawal ketika April melihat Chika dan Riko duduk berdua di kantin sekolah, April mengira Chikalah pengganggu hubungannya dengan Riko selama ini. “Sudah berkali-kali aku jelaskan bahwa aku dan Riko bisa sama-sama di kantin hanya karena kebetulan” Jelas Chika. “Bagaimana aku bisa percaya? Walaupun kamu berkali-kali menjelaskan, tapi akupun juga berkali-kali melihat kamu berduaan dengan Riko! Kebetulan kok tiap hari!” Jawab April tidak percaya.
2 bulan berlalu, mereka berdua masih belum saling bermaafan.
Setelah kejadian itu telah sedikit terlupakan, masalah baru datang. Chika mendapat nilai ulangan yang sempurna berturut-turut, sehingga timbullah kecurigaan April. Tanpa mempunyai bukti yang kuat, April melaporkan Chika kepada guru di sekolahnya dengan tuduhan melakukan kecurangan di setiap ulangan. Para guru tidak dapat menerima pernyataan yang belum terbukti kebenarannya. Jadi April terus mendesak Chika untuk mengaku bahwa selama ini dia telah melakukan kecurangan. “April, aku tidak pernah berbuat curang. Lagipula kecurangan seperti apa yang kamu tuduhkan kepadaku?” Kata Chika. “Pada ulangan matematika minggu ini kamu menyontek pada Kirin dan waktu ulangan IPA kemarin kamu juga buat contekan kan? Ayolah, mengaku saja.” Desak April. “Tidak! itu semua sama sekali tidak benar.” Jawab Chika. Setelah dicek dengan teliti, ternyata Chika memang sama sekali tidak menyontek, dia bisa menjelaskan dengan rinci jawaban-jawabannya.
“Kenapa kamu jadi seperti ini? Apa salahku sampai-sampai kamu benci sekali denganku. Kamu sahabatku, tidak seharusnya kamu begini” Chika menginginkan penjelasan April. “Aku bukan sahabatmu!” Seru April. “Apa karena kamu iri kepadaku? Kenapa begitu? Percayalah kamu itu lebih segala-galanya dariku. Kamu kaya, pintar, cantik.. Kurang apa lagi?” Tanya Chika. “Kamu tidak tau, hampir setiap hari mama membanding-bandingkan aku denganmu. Katanya aku manja, tidak mandiri, dan apalah, pokoknya jelek-jelek. Kamu juga sudah mengambil Riko dariku. Dan juga, sekarang guru-guru pilih kasih. Bagaimana aku bisa tidak membencimu? Kamu selalu merebut apa yang telah kumiliki!” Jawab April dengan nada tinggi.
Chika sabar dengan keadaannya sekarang, dia tetap memperlakukan
April dengan baik. Sampai pada sore hari yang cerah, saat Chika mengantar pisang goreng buatan ibunya ke tempat biasa ibunya menitipkan dagangan. Saat itu Chika melihat April menyebrang jalan, dia melihat sebuah mobil melaju cepat ke arah sahabatnya tersebut. “April!!” Tanpa berpikir panjang, Chika langsung berlari dan mencoba menyelamatkan April. “Brakk!” Chika terhantam mobil dengan sangat keras. Orang-orang disekitar jalan tersebut langsung menghampiri Chika untuk membantu. “Chika, Chika! Bangun! Kamu baik-baik saja kan?” Tanya April sambil menangis. “April.. Aku senang sekali kamu tidak apa-apa. Maafkan aku ya, selama ini aku tidak bisa menjadi sahabat yang baik untukmu. Tapi aku tidak pernah berbohong, apalagi mencoba merebut semua yang kamu miliki”. “Tidak, aku yang salah, selama ini aku sudah jahat sama kamu. Bertahanlah, orang-orang segera membawamu ke rumah sakit”. “Oh iya, aku berharap kamu berhubungan baik dengan Riko” Kata Chika sambil tersenyum sendu. Belum sempat Chika dibawa ke rumah sakit, ia sudah menghembuskan nafas terakhirnya. April menangis tersedu-sedu.

Waktu pemakaman Chika.
“Chika.. Maafkan aku selama ini tidak pernah menghargai persahabatan kita. Aku sama sekali tidak mengerti kenapa Tuhan mengambilmu begitu cepat!” ucap April di makam Chika. “jangan merasa hanya kamu yang mempunyai kesedihan luar biasa, lalu kamu menyalahkan Tuhan. Ada ribuan bahkan jutaan orang di luar pemikiranmu yang mempunyai nasib sama bahkan lebih parah buruknya dari yang sedang kamu alami. Walaupun begitu, berfikir luaslah. Jika Tuhan mengambil sesuatu dari kita, Tuhan pasti telah menyiapkan hal yang lebih indah daripada itu” Kata Riko menasihati April.
Sejak saat itu, April mau menerima kenyataan dan menjadi lebih dewasa dari sebelumnya serta lebih menghargai persahabatan.

Amanat: Jangan selalu berfikiran negatif dengan seseorang, belum tentu apa yang kamu pikirkan selalu benar. Jangan jadikan ego mu sebagai alasan kamu meremehkan persahabatan. Karena mungkin sahabat adalah satu-satunya orang yang akan datang padamu saat semua orang menjauhimu.

 Original Post ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar