Selasa, 07 Oktober 2014

Contoh



Contoh Sinopsis pada Buku


Mawar Budi Daya dan Pascapanen




Nama             : Tiffany Ovilia D L
N. Absen         : 25
Kelas              : 8 I



Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Genteng
2014

 

Mawar Budi Daya dan Pascapanen

1. Mengenal Bunga Mawar
          Mawar merupakan nama sejenis bunga. Bunga dengan berbagai warna, merah, merah jambu, putih, biru, dan kuning ini merupakan tanaman hias dengan batang berduri. Bunga berbau harum yang biasanya digemari wanita, menjadikan pilihan pria untuk dihadiahkan kepada wanita yang dikaguminya. Oleh karena itu, mawar dijadikan lambang cinta abadi.
A.  Sejarah Singkat Mawar
Mawar sudah dikenal sejak jaman dahulu. Seorang penyair dari Yunani, Sappho memberi julukan mawar sebagai “Ratu dari segala jenis bunga”. Dalam kehidupan Barat, mawar adalah lambang cinta dan kecantikan.
Kota Portlan di negara bagian Oregon setiap tahunnya selalu mengadakan festival bunga mawar. Kota ini sering disebut “Kota Bunga Mawar”.

B.  Taksonomi dan Varietas Mawar
Mawar adalah tanaman semak dari genus Rosa. Mawar mempunyai lebih dari 100 spesies, kebanyakan tumbuh di belahan bumi utara yang bersuhu sejuk. Saat ini di Indonesia telah banyak dibudidayakan jenis mawar hibrida yang berasal dari Holand (Belanda). Tipe mawar ini sering menghasilkan bunga dan memiliki warna bunga yang beragam.

C.  Jenis Mawar
Beberapa jenis mawar taman yang dikembangkan di dunia adalah Wild rose, Old Garden Roses, Climbing Roses, Shrub Roses, Modern Garden Roses, dan English Roses.

2. Manfaat Dan Peluang Usaha Mawar

Mawar bukan hanya sosok bunga yang memiliki bentuk indah dan menawan. Di balik keindahannya, mawar mempunyai kegunaan bagi kehidupan manusia.

A.  Manfaat Mawar
Mawar, tidak hanya memperindah taman atau ruangan.banyak orang memanfaatkan mawar sebagai pelengkap dekorasi maupun sarana peralatan upacara adat, kenegaraan dan ritual keagamaan. Mawar juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan, minuman, obat, pewangi, terapi, dan bahan baku minyak yang mempunyai nilai ekonomi tinggi.

B.  Peluang Usaha
Mawar mempunyai nilai ekonomi yang tinggi sebagai tanaman hias, bunga potong, dan bahan baku produk seperti minyak bunga mawar yang digunakan industri parfum, air mawar, kosmetik, dan lain sebagainya.
3. Syarat Tumbuh Tanaman Mawar

Faktor lingkungan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman mawar. Meskipun mawar mudah menyesuaikan terhadap lingkungan tumbuhnya, namun kondisi lingkungan yang sesuai akan memberikan hasil panen yang baik.

A.  Iklim
Keadaan iklim yang paling cocok dan ideal untuk mawar adalah daerah dataran menengah, mulai ketinggian ±500 m dpl sampai dataran tinggi ±1.500 m dpl. Suhu udara yang diperlukan tanaman mawar relatif sejuk antara 18˚C - 26˚C dengan kelembapan 70%-80%.

B.  Tanah
Tanah yang cocok untuk mawar adalah tanah liat berpasir, subur, gembur, banyak mengandung bahan organik, kedalaman tanah cukup dalam, dan tanah mudah mengikat air.

4. Cara Memperbanyak Tanaman Mawar

Tanaman mawar dapat diperbanyak dengan cara generatif maupun secara vegetatif.

A.  Perbanyakan Secara Generatif
Perbanyakan secara generatif dilakukan dengan cara menyemai biji. Biji diambil dari buah tanaman induk yang telah produktif berbunga dan dari jenis unggul. Biji berasal dari buah yang merupakan hasil penyerbukan.

B.  Perbanyakan Secara Vegetatif
Perbanyakan secara vegetatif banyak dipilih karena anakan hasil vegetatif akan mewarisi sifat-sifat unggul induknya. Cara-cara perbanyakan vegetatif diantaranya cangkok, setek, dan okulasi.

5. Penanaman Tanaman Mawar

Pembudidayaan tanaman mawar dapat dilakukan di kebun atau dalam pot. Penanaman di kebun biasanya dilakukan untuk pembudidayaan berskala besar. Sedangkan di dalam pot hanya untuk hiasan di dalam ruangan. Keduanya membutuhkan tanah yang subur hingga menghasilkan tanaman yang tumbuh sehat dan produktif.

A.  Penanaman Mawar di Kebun
Setelah lahan siap, pilihlah tanah yang subur untuk media tanam mawar. Cara menanamnya adalah cangkul tanah sedalam 30 cm, buat bedeng-bedengan, tambahkan pupuk, tanami mawar, lalu siram dengan air secukupnya. Saat paling baik adalah pada awal musim hujan. Namun, penanaman dapat dilakukan kapan saja asal kebutuhan air tercukupi.


B.  Penanaman Mawar Dalam Pot
Cara untuk menanam mawar dalam pot adalah siapkan pot yang cukup besar, pada dasar pot isi pecahan batu merah/arang, masukkan tanah subur yang telah dicampuri pupuk, tanam bibit mawar, lalu siram dengan air secukupnya.

6. Pemeliharaan Tanaman Mawar

Pemeliharaan tanaman meliputi penyiraman, penyiangan, pemupukkan, dan pemangkasan.

A.  Penyiraman
Waktu penyiraman sebaiknya dilakukan pagi dan sore hari. Hindari penggunaan air mengandung garam atau limbah industri.

B.  Penyiangan
Cara penyiangan dengan cara cabut rumput secara hati-hati agar tidak merusak akar mawar.

C.  Pemupukan
Jenis dan dosis yang dianjurkan untuk mawar adalah pupuk NPK dengan perbandingan 5 : 10 : 5 sebanyak 5 gram per tanaman. Pemberian pupuk hendaknya dilakukan secara rutin, yaitu setiap setahun sekali menjelang musim hujan.

D. Pemangkasan
Pemangkasan pada mawar bertujuan mengatur pertumbuhan sebaik mungkin, sehingga dapat menghasilkan bentuk tanaman yang diinginkan maupun bunga bermutu tinggi sebanayk mungkin.

7. Pengendalian Hama dan Penyakit

A.  Hama
Timbulnya hama atau penyakit bisa disebabkan karena di sekitar lingkungan penanaman tidak terjaga kebersihannya. Oleh karena itu, kunci utama pencegahan hama adalah dengan membersihkan mawar dengan teratur.

B.  Penyakit
Penyakit yang menyerang mawar diantaranya adalah, bercak hitam, bercak daun, jamur upas, karat daun, tepung mildew, mozaik, bengkak pangkal batang, busuk bunga, dan fisiologis. Untuk mencegah penyakit-penyakit tersebut maka kita harus menjaga kebersihan dan kesehatan tanaman, serta mengendalikan kelembapan media tanam dan lingkungan.

8. Panen dan Pascapanen

A.  Panen
Tanaman mawar yang berasal dari setek atau okulasi pertama panen pada umur 4-5 bulan tanam atau bergantung pada varietas dan kesuburan tanaman. Mawar hendaknya dipanen pagi atau sore hari. Hal ini dimaksudkan agar kehilangan air pada bunga dapat ditekan. Alat yang digunakan untuk memanen berupa pisau atau gunting pengakas yang tajam.

B.  Pascapanen
Penanganan pascapanen dilakukan sesuai kebutuhan, jika untuk bunga potong maka penampilan bunganya harus menarik dan indah. Jika untuk bunga tabur maka hanya perlu mengumpulkan bunga mawar pada suatu wadah. Dan jika untuk produksi maka bunga yang dipetik dipilih bunga yang belum mekar penuh.

Referensi : Buku "Mawar Budi Daya dan Pascapanen"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar