Contoh Sinopsis pada Buku
Mawar Budi
Daya dan Pascapanen
Nama
: Tiffany Ovilia D L
N. Absen : 25
Kelas
: 8 I
Sekolah Menengah Pertama
Negeri 1 Genteng
2014
Mawar Budi Daya dan
Pascapanen
1. Mengenal Bunga
Mawar
Mawar merupakan nama
sejenis bunga. Bunga dengan berbagai warna, merah, merah jambu, putih, biru,
dan kuning ini merupakan tanaman hias dengan batang berduri. Bunga berbau harum
yang biasanya digemari wanita, menjadikan pilihan pria untuk dihadiahkan kepada
wanita yang dikaguminya. Oleh karena itu, mawar dijadikan lambang cinta abadi.
A.
Sejarah Singkat Mawar
Mawar sudah dikenal sejak
jaman dahulu. Seorang penyair dari Yunani, Sappho memberi julukan mawar sebagai
“Ratu dari segala jenis bunga”. Dalam kehidupan Barat, mawar adalah lambang
cinta dan kecantikan.
Kota Portlan di negara
bagian Oregon setiap tahunnya selalu mengadakan festival bunga mawar. Kota ini sering
disebut “Kota Bunga Mawar”.
B.
Taksonomi dan Varietas Mawar
Mawar adalah tanaman semak
dari genus Rosa. Mawar mempunyai lebih dari 100 spesies, kebanyakan tumbuh di
belahan bumi utara yang bersuhu sejuk. Saat ini di Indonesia telah banyak
dibudidayakan jenis mawar hibrida yang berasal dari Holand (Belanda). Tipe
mawar ini sering menghasilkan bunga dan memiliki warna bunga yang beragam.
C.
Jenis Mawar
Beberapa jenis mawar taman
yang dikembangkan di dunia adalah Wild rose, Old Garden Roses, Climbing Roses,
Shrub Roses, Modern Garden Roses, dan English Roses.
2. Manfaat Dan
Peluang Usaha Mawar
Mawar bukan hanya sosok
bunga yang memiliki bentuk indah dan menawan. Di balik keindahannya, mawar
mempunyai kegunaan bagi kehidupan manusia.
A.
Manfaat Mawar
Mawar, tidak hanya
memperindah taman atau ruangan.banyak orang memanfaatkan mawar sebagai
pelengkap dekorasi maupun sarana peralatan upacara adat, kenegaraan dan ritual
keagamaan. Mawar juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan, minuman, obat,
pewangi, terapi, dan bahan baku minyak yang mempunyai nilai ekonomi tinggi.
B.
Peluang Usaha
Mawar mempunyai nilai
ekonomi yang tinggi sebagai tanaman hias, bunga potong, dan bahan baku produk
seperti minyak bunga mawar yang digunakan industri parfum, air mawar, kosmetik,
dan lain sebagainya.
3. Syarat Tumbuh
Tanaman Mawar
Faktor lingkungan sangat
berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman mawar. Meskipun mawar
mudah menyesuaikan terhadap lingkungan tumbuhnya, namun kondisi lingkungan yang
sesuai akan memberikan hasil panen yang baik.
A.
Iklim
Keadaan iklim yang paling
cocok dan ideal untuk mawar adalah daerah dataran menengah, mulai ketinggian
±500 m dpl sampai dataran tinggi ±1.500 m dpl. Suhu udara yang diperlukan
tanaman mawar relatif sejuk antara 18˚C - 26˚C dengan kelembapan 70%-80%.
B.
Tanah
Tanah yang cocok untuk
mawar adalah tanah liat berpasir, subur, gembur, banyak mengandung bahan
organik, kedalaman tanah cukup dalam, dan tanah mudah mengikat air.
4. Cara
Memperbanyak Tanaman Mawar
Tanaman mawar dapat
diperbanyak dengan cara generatif maupun secara vegetatif.
A.
Perbanyakan Secara Generatif
Perbanyakan secara
generatif dilakukan dengan cara menyemai biji. Biji diambil dari buah tanaman
induk yang telah produktif berbunga dan dari jenis unggul. Biji berasal dari
buah yang merupakan hasil penyerbukan.
B.
Perbanyakan Secara Vegetatif
Perbanyakan secara
vegetatif banyak dipilih karena anakan hasil vegetatif akan mewarisi
sifat-sifat unggul induknya. Cara-cara perbanyakan vegetatif diantaranya
cangkok, setek, dan okulasi.
5. Penanaman
Tanaman Mawar
Pembudidayaan tanaman
mawar dapat dilakukan di kebun atau dalam pot. Penanaman di kebun biasanya
dilakukan untuk pembudidayaan berskala besar. Sedangkan di dalam pot hanya
untuk hiasan di dalam ruangan. Keduanya membutuhkan tanah yang subur hingga
menghasilkan tanaman yang tumbuh sehat dan produktif.
A.
Penanaman Mawar di Kebun
Setelah lahan siap,
pilihlah tanah yang subur untuk media tanam mawar. Cara menanamnya adalah
cangkul tanah sedalam 30 cm, buat bedeng-bedengan, tambahkan pupuk, tanami
mawar, lalu siram dengan air secukupnya. Saat paling baik adalah pada awal
musim hujan. Namun, penanaman dapat dilakukan kapan saja asal kebutuhan air
tercukupi.
B.
Penanaman Mawar Dalam Pot
Cara untuk menanam mawar
dalam pot adalah siapkan pot yang cukup besar, pada dasar pot isi pecahan batu
merah/arang, masukkan tanah subur yang telah dicampuri pupuk, tanam bibit
mawar, lalu siram dengan air secukupnya.
6. Pemeliharaan
Tanaman Mawar
Pemeliharaan tanaman
meliputi penyiraman, penyiangan, pemupukkan, dan pemangkasan.
A.
Penyiraman
Waktu penyiraman sebaiknya
dilakukan pagi dan sore hari. Hindari penggunaan air mengandung garam atau
limbah industri.
B.
Penyiangan
Cara penyiangan dengan
cara cabut rumput secara hati-hati agar tidak merusak akar mawar.
C.
Pemupukan
Jenis dan dosis yang
dianjurkan untuk mawar adalah pupuk NPK dengan perbandingan 5 : 10 : 5 sebanyak
5 gram per tanaman. Pemberian pupuk hendaknya dilakukan secara rutin, yaitu
setiap setahun sekali menjelang musim hujan.
D. Pemangkasan
Pemangkasan pada mawar
bertujuan mengatur pertumbuhan sebaik mungkin, sehingga dapat menghasilkan bentuk
tanaman yang diinginkan maupun bunga bermutu tinggi sebanayk mungkin.
7. Pengendalian
Hama dan Penyakit
A.
Hama
Timbulnya hama atau
penyakit bisa disebabkan karena di sekitar lingkungan penanaman tidak terjaga
kebersihannya. Oleh karena itu, kunci utama pencegahan hama adalah dengan
membersihkan mawar dengan teratur.
B.
Penyakit
Penyakit yang menyerang
mawar diantaranya adalah, bercak hitam, bercak daun, jamur upas, karat daun,
tepung mildew, mozaik, bengkak pangkal batang, busuk bunga, dan fisiologis.
Untuk mencegah penyakit-penyakit tersebut maka kita harus menjaga kebersihan
dan kesehatan tanaman, serta mengendalikan kelembapan media tanam dan
lingkungan.
8. Panen dan
Pascapanen
A.
Panen
Tanaman mawar yang berasal
dari setek atau okulasi pertama panen pada umur 4-5 bulan tanam atau bergantung
pada varietas dan kesuburan tanaman. Mawar hendaknya dipanen pagi atau sore
hari. Hal ini dimaksudkan agar kehilangan air pada bunga dapat ditekan. Alat
yang digunakan untuk memanen berupa pisau atau gunting pengakas yang tajam.
B.
Pascapanen
Penanganan pascapanen
dilakukan sesuai kebutuhan, jika untuk bunga potong maka penampilan bunganya
harus menarik dan indah. Jika untuk bunga tabur maka hanya perlu mengumpulkan bunga
mawar pada suatu wadah. Dan jika untuk produksi maka bunga yang dipetik dipilih
bunga yang belum mekar penuh.
Referensi : Buku "Mawar Budi Daya dan Pascapanen"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar